BERITA TERUPDATE DI LABUAN BAJO

MENIKMATI PANORAMA MENAKJUBKAN DARI BUKIT SYLVIA DI LABUAN BAJO

Manggarai Barat – Wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo tak cukup hanya datang melihat komodo maupun menikmati wisata bahari di Taman Nasional Komodo. Bukit-bukit yang ada di Kota Labuan Bajo juga menjadi destinasi wisata yang tak kalah menarik untuk dikunjungi. Bukit Sylvia salah satunya.
Dari bukit Sylvia, wisatawan akan dibuat takjub dengan pemandangan indah gugusan pulau kecil di tengah laut. Wisatawan juga bakal disuguhi deretan kapal wisata yang berlabuh dari kejauhan.

“Dari bukit Sylvia kita bisa melihat keindahan laut Labuan Bajo, apalagi saat sunset,” ujar Karmo Nalla (25), di Labuan Bajo, Minggu (27/11/2022).

Hamparan bukit-bukit kecil di sekitarnya bakal memanjakan mata. Bukit-bukit itu terlihat seperti membentuk gelombang.

Untuk menuju spot wisata ini, perlu waktu tempuh sekitar 10 menit berkendara dari pusat kota Labuan Bajo. Lokasinya juga dekat dengan Bandara Komodo.

Tak hanya itu, wisatwan yang datang ke tempat ini tidak dipungut tiket. Jika ingin berlama-lama, wisatawan bisa menginap di hotel dekat kawasan tersebut sehingga cukup berjalan kaki untuk ke Bukit Sylvia. Sedangkan jika ingin mencapai puncak bukit itu, wisatawan perlu trekking sekitar 10 menit.

Nama Bukit Sylvia diambil dari nama Sylvia Resort yang berada di dekat bukit tersebut. Bukit ini awalnya hanya dikunjungi wisatawan yang menginap di resort tersebut. Belakangan tempat itu menjadi terkenal dan menjadi spot wisata yang dikunjungi wisatawan maupun warga Labuan Bajo
Bukit Sylvia ini juga disebut Bukit Cinta. Bukit Cinta sebenarnya bukit tersendiri di sana yang dulu ramai dikunjung anak-anak muda. Namun, karena bukit Sylvia juga menawarkan nuansa romantis, maka namanya disebut juga sebagai Bukit Cinta.

“Itu seperti bidadari yang jatuh ke bumi sebagai Bukit Cinta. Bukit Cinta yang merupakan bukit yaNg romantis dengan suasana yang damai,” tutur Fian Saliman.

Danau Terbaik Ada di NTB Menawarkan Ketenangan dan Keindahan Alam Hutan

KLIKLABUANBAJO.ID | Danau terbaik ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menawarkan ketenangan dan keindahan alam hutan yang masih asli.
Salah satu danau terbaik yang ada di NTB itu merupakan spot wisata yang terus dikembangkan.
Danau itu terbentuk karena pertemuan dua sungai yang mengalir dan terkumpul menjadi telaga besar atau danau.
Suasana hutan yang bebas polusi suara membuat tempat ini layak diperkenalkan sebagai wisata alam yang menawarkan ketenangan dan keindahan alam hutan.
Berjarak kurang lebih satu kilometer dari lokasi pemukiman terakhir, spot wisata ini telah dilengkapi dengan fasilitas standar. Seperti jalan turun menuju danau sudah diperkeras dengan beton dan fasilitas toilet yang berderet di pinggir danau.
Diatasnya juga telah dilengkapi beberapa berugak kayu berukuran sedang dan lapak-lapak pedagang yang menyediakan sejumlah kebutuhan dan aksesoris untuk dijual kepada para pengunjung yang datang.
Dilansir dari www.ntbprov.go.id dalam artikel berjudul Danau Biru di Lembah Surga Hutan Lindung Nuraksa, disampaikan bahwa nama danau itu adalah Danau Biru yang berada di kawasan hutan lindung Nuraksa. Atau tepatnya terletak di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, salah satu desa terluar di Kabupaten Lombok Tengah-NTB.
Disebut danau biru karena airnya yang hijau kebiruan. “Kolam besar” ini terbentuk karena pertemuan dua sungai yang mengalir dan terkumpul menjadi telaga besar atau danau. Warnanya yang hijau kebiruan berasal dari tumbuhan air di dasar danau.
Danau ini dikepung pepohonan yang rindang di atas ketinggian perbukitan.
Akses jalan yang masih alamiah menuju hutan dan sesekali kebun- kebun milik warga setempat menjadikan spot wisata Danau Biru tersembunyi dari keramaian penduduk. Meski dapat dilalui kendaraan roda empat, akses jalan ini juga dimanfaatkan untuk soft tracking ke bukit-bukit sekitar atau olahraga lain seperti sepeda gunung.
Menurut Yuli salah seorang pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Selendang Rinjani, Danau Biru lebih banyak dikunjungi oleh pelancong lokal di akhir pekan.
Selain itu, atraksi budaya unik lainnya yang hanya ditemui di Desa Karang Sidemen ini adalah tradisi Breke. Sebuah tradisi yang hanya digelar pada saat khitanan maupun meninggalnya seseorang.
Bedanya dengan tradisi serupa di tempat lain di Lombok adalah jamuan bagi pemuka agama yang memimpin upacara tradisi ini (Penghulu) berupa biji-bijian.
Seluruh pepohonan yang menghasilkan biji yang dapat dimakan disajikan sedemikan rupa sebagai jamuan. Bagi Pokdarwis Selendang Rinjani, spot wisata Danau Biru tinggal diperkaya promosinya agar pelancong mancanegara dapat pula menikmati keindahan hutan dan danau Desa Karang Sidemen.
Holtipark sendiri mulai dibangun tahun 2016 lalu, namun tanaman yang berada didalam kawasan itu sudah ada sejak tahun 2014 lalu. Dibutuhkan waktu agar segala macam tanaman buah yang ada di dalam kawasan bisa dinikmati oleh masyarakat atau wisatawan.
Awalnya kawasan Holtipark adalah kawasan kebun Kopi. Luas kebun kopi tersebut 150 hektar. Sekarang ini selain buah, Tanaman Kopi itu masih dipertahankan meskipun sekarang sudah dicampur dengan tanaman buah lainnya. Hasil pertanian dan perkebunan di kawasan Holtipark maupun di luar kawasan dijadikan makanan olahan seperti kripik, bongkel pisang, kripik ubi, singkong dan permen serta dodol.
Tidak hanya menjadi makanan olahan akan tetapi juga menjadi minuman olahan salah satunya adalah Kopi Persil atau yang dikenal dengan Kopi Lapen.
Kopi Lapen memiliki rasa yang khas. Kopi hasil olahan Desa Karang Sidemen memiliki rasa yang khas dengan aroma kopi yang harum dan menggoyang lidah.
Kopi ini juga dipercaya dapat menghilangkan sakit seperti pusing.***